Kamis, 19 Juni 2014

Baharuddin Kallado - Temukan Teknik Okulasi dengan 5 Varietas

Menjadi petani bukan berarti tak bisa berinovasi. Baharuddin Kallado telah membuktikan, meski  berprofesi sebagai petani namun pria asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan ini mampu menciptakan  teknik okulasi untuk memperbanyak produksi buah kakao dengan menggunakan lima varietas pada satu pohon.

Lahir di Maroangin, Kota Palopo, Sulsel  45 tahun lalu, Baharuddin Kallado dikenal sebagai petani  yang berhasil melaksanakan diversifikasi usaha. Di samping padi, ia juga mengusahakan  aneka tanaman sayuran (tomat, cabe, paria, mentimun, bawang merah), tanaman perkebunan (kakao, cengkeh, durian) serta kegiatan pemeliharaan ternak (itik, burung belibis, ikan mas).
Saat ini luas tanaman kakaonya sudah mencapai 3 hektar di mana kesemuanya dalam  kondisi sudah direhabilitasi. Tanaman padi yang mencapai luasan 1 hektar dibudidayakannya dengan menggunakan teknik jajar legowo 4:1, 2:1, 3:1, varietas inpari 1 disertai kegiatan pemupukan organik berimbang.  Tanaman sayuran di lahan seluas 0,25 hektar juga dipupuk menggunakan pupuk organik buatan sendiri dengan bahan baku campuran dedaunan dan limbah kulit coklat.
Tak puas hanya melaksanakan usaha tani menggunakan teknologi anjuran pemerintah yang diperoleh dari kegiatan pelatihan, ayah empat anak yang bertempat tinggal di Desa Salu Bua, Kecamatan Suli Barat Luwu ini terus berupaya berinovasi merakit teknologi sendiri dan kemudian diuji coba di lahannya.
Salah satu temuannya yang  telah diapresiasi oleh pemerintah dengan pemberian sertifikasi  adalah teknologi okulasi dengan lima varietas pada satu pohon coklat. Menurut Baharuddin Kallado, teknologi temuannya ini sudah diuji coba di lahan kakaonya dan ternyata mampu menjadikan tanaman kakaonya menghasilkan produksi buah kakao yang lebih tinggi.

Perangkap Lalat Buah
Teknik okulasi dengan banyak varietas relatif tak sulit dalam pengaplikasiannya, karena itu setelah disosialisasikan secara meluas  saat ini sudah banyak diterapkan oleh petani kakao  di daerahnya dengan hasil produksi kakao mencapai 800 kg/ha/tahun. Dengan menerapkan teknologi temuannya, ia memperkirakan produksi kakao di kebun milik pribadinya  meningkat sekitar 60 persen.
Bukan hanya di budidaya tanaman kakao,  inovasi teknologi juga dikembangkan untuk  dapat melakukan perlindungan tanaman hortikultura yang diusahakannya. Pria yang sudah 13 tahun bergerak di bidang usaha pertanian ini merancang teknik pengendalian hama pada tanaman sayuran dengan cara sederhana dan praktis.
Dalam hal ini, Baharuddin merancang perangkap (bubu) lalat buah yang dibuat dari botol aqua kosong yang dipotong bagian bahunya dan diberi larutan petrogenol. Dengan alat ini lalat akan terperangkap karena aroma dari petrogenol sama dengan aroma induk betina sehingga induk jantan masuk ke dalam botol dan dalam 2-3 hari kemudian lalat akan mati karena tidak mendapat asupan makanan dan minuman. Pengaplikasian cara ini terbukti  dapat menurunkan serangan lalat buah secara drastis.
Piawai berusaha tani dan banyak berkreasi menghasilkan teknologi tepat guna menjadikan Baharuddin tempat bertanya bagi banyak petani di daerahnya, sampai kemudian ia dipercaya menjadi ketua kelompok tani serta gabungan kelompok tani (Gapoktan). Tak mengherankan bila ia juga banyak memperoleh penghargaan dari pemerintah daerah hingga tingkat nasional.  Setelah mendapat penghargaan sebagai Petani Berprestasi Tingkat Kabupaten di tahun 2012, pada tahun 2013 ia masuk dalam jajaran penerima penghargaan sebagai Petani Berprestasi Tingkat Nasional.  Selamat  Pak Baharuddin, kreasimu terus kami tunggu...

Tidak ada komentar: